DEMAK — Suasana Minggu pagi (25/10/2026) di kawasan Alun-Alun Kabupaten Demak tampak berbeda dari biasanya. Di tengah hilir mudik warga yang berolahraga dan menikmati udara segar akhir pekan, armada Layanan Perpustakaan Keliling (Perpusling) milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpusar) Kabupaten Demak hadir membawa angin segar literasi.

Ratusan koleksi buku yang ditata rapi di area baca terbuka langsung diserbu warga, mulai dari anak-anak, remaja, hingga para orang tua. Mereka tampak antusias memanfaatkan fasilitas baca di tempat yang disiapkan oleh tim Dinperpusar Demak.

Namun, ada yang istimewa dari gelaran Perpusling kali ini. Tidak sekadar menyediakan tempat duduk dan tumpukan buku, para petugas perpusling aktif membangun interaksi dua arah dengan pengunjung. Setelah membaca, para pengunjung diajak untuk menceritakan kembali (storytelling) isi bacaan yang baru saja mereka tuntaskan, sekaligus menarik kesimpulan serta nilai positif yang bisa diterapkan untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Interaksi hangat ini menciptakan iklim belajar yang inklusif dan menyenangkan. Anak-anak dengan lugas menyampaikan pesan moral dari dongeng yang dibacanya, sementara pengunjung dewasa berbagi ide praktis dari buku-buku keterampilan, kesehatan, hingga tata kelola keluarga.

Dorong Literasi Berbasis Inklusi Sosial

Kepala Dinperpusar Kabupaten Demak, Agung Hidayanto, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa kehadiran Perpusling di ruang publik seperti Alun-Alun Demak pada hari libur merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan akses literasi kepada masyarakat.

“Kami ingin mengubah persepsi publik bahwa membaca itu kegiatan yang kaku dan membosankan. Melalui metode interaktif ini, petugas kami mendampingi pengunjung agar tidak hanya menyerap informasi dari lembaran buku, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi pemahaman yang berdampak langsung pada tindakan sehari-hari,” ujar Agung Hidayanto saat meninjau langsung kegiatan di Alun-Alun Demak, Minggu (25/10/2026).

Lebih lanjut, Agung menegaskan bahwa kemampuan menceritakan kembali dan mengambil intisari bacaan merupakan fondasi penting dalam membangun kecakapan hidup (life skills).

“Tujuan akhir dari membaca adalah perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Ketika seseorang bisa menyimpulkan manfaat bacaan untuk kehidupannya—baik itu tentang pola hidup sehat, keterampilan usaha, maupun character building—di situlah hakikat Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial benar-benar terwujud,” tambahnya.

Sambutan Hangat Masyarakat

Pendekatan edukatif dan komunikatif yang diterapkan pustakawan Dinperpusar Demak mendapat apresiasi positif dari warga. Banyak pengunjung mengaku lebih percaya diri dan mendapatkan pemahaman mendalam setelah berdiskusi singkat dengan petugas usai membaca.

Kegiatan layanan perpusling ini diharapkan dapat terus konsisten hadir di titik-titik keramaian masyarakat Demak, memantik kegemaran membaca sekaligus membangun masyarakat yang berpengetahuan, kreatif, dan berkarakter.

 

Kategori: Literasi

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *