
KARANGAWEN – Suasana halaman dan ruang kelas SMK Negeri 1 Karangawen, Kabupaten Demak, mendadak bergemuruh pada Rabu (15/10/2026). Ratusan siswa tampak antusias mengerumuni bus operasional berwarna cerah yang membawa gelombang “harta karun” ilmu pengetahuan.
Kehadiran armada bus tersebut merupakan bagian dari program Layanan Perpustakaan Keliling Goes to School yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpusar) Kabupaten Demak. Namun, kunjungan kali ini terasa sangat istimewa dan berbeda dari biasanya karena melibatkan kolaborasi strategis lintas instansi.
Tak tanggung-tanggung, Pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah 1 Jawa Tengah, Setyo Nugroho, turut hadir langsung di tengah-tengah pelajar untuk mengawal dan memompa semangat literasi di sekolah kejuruan tersebut.
Kehadiran kolaboratif ini tidak sekadar memamerkan ribuan koleksi buku bacaan populer dan ensiklopedia, melainkan membawa misi edukasi tingkat tinggi melalui pengusungan tema “Refitek” (Refleksi Isi Teks) serta sosialisasi masif layanan digital perpustakaan Dinperpusar.
Sesi Refitek menjadi magnet utama yang membius perhatian siswa. Melalui metode ini, para pelajar diajak tidak sekadar membaca sepintas, melainkan dilatih mengasah daya kritis, meresapi makna, hingga mampu merefleksikan dan menceritakan kembali inti sari dari teks bacaan yang mereka bedah. Suasana diskusi interaktif membuat para siswa sadar bahwa membaca adalah proses dialog yang hidup, bukan sekadar hafalan.
Selain itu, tim Dinperpusar bersama Setyo Nugroho juga mengenalkan beragam inovasi layanan digital perpustakaan, mulai dari akses e-library daerah hingga tata cara pemanfaatan fasilitas arsip dan perpustakaan modern yang bisa diakses secara online oleh para pelajar.
Kepala Dinperpusar Kabupaten Demak, Agung Hidayanto, S.Sos., M.M., melalui jajaran tim pelayannya menegaskan bahwa kolaborasi bersama pengawas penddik tingkat provinsi ini merupakan langkah konkret dalam meruntuhkan sekat pembatas literasi di kalangan remaja SMK.
“Kami ingin membuktikan bahwa perpustakaan keliling bukan sekadar datang membawa buku, tapi hadir membawa metode pembelajaran kreatif seperti Refitek. Sinergi bersama Bapak Setyo Nugroho dari Cabdindik Wilayah 1 Jateng ini membuktikan bahwa pembentukan budaya literasi dan karakter kritis siswa SMK harus dikawal secara bersama-sama lintas sektoral,” tegas Agung Hidayanto, S.Sos., M.M.
“Di era digital ini, anak-anak SMK tidak hanya dituntut terampil secara kejuruan, tetapi juga harus memiliki literasi baca dan digital yang kuat agar tidak mudah tergerus hoaks serta siap bersaing di dunia kerja,” tambahnya.
Pihak SMK Negeri 1 Karangawen menyambut gembira dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas gebrakan kolaboratif Dinperpusar Demak dan Cabdindik Jateng ini. Kegiatan Goes to School ini sukses membakar motivasi siswa untuk menjadikan membaca sebagai kebutuhan utama, sekaligus membuka mata mereka bahwa perpustakaan daerah kini jauh lebih canggih, dekat, dan ramah generasi muda.

0 Komentar